Update

Kamis, 05 Oktober 2017

Tragedi Las Vegas, Google dan Facebook Kecolongan Hoax

Mbloogers.com - Terkait tragedi penembakan brutal di Las Vegas yang dilayangkan para terorisme memang menimbulkan keprihatinan yang mendalam mbloogs, tapi tak hanya keprihatinan atas tragedi tersebut tapi juga serangan berita hoax yang selali mendampingin suatu kejadian yang baru saja terjadi, Walau Google dan Facebook sudah menanam algoritma yang bisa menyaring berita-berita hoax, kedua raksasa internet ini pada kenyataanya juga masih bisa kebobolan.

Pasca kejadian tersebut tentunya banyak orang akan mencari informasi yang ada di Internet, Facebook dan Google juga langsung mempromosikan informasi terkini mengenai tragedi yang sejauh ini menewaskan sedikitnya 50 orang tersebut. Tapi disayangkan platform teknologi ini malah salah mempromosikan informasi, di mana isinya hoax yang mangkal berjam-jam sebelum mereka menurunkannya. walau sebenernya karena faktor bugs/ kesalahan mungkin, jadi gak disengaja ama mereka.

Fitur Crisis yang ada di Facebook mempromosikan atikel dari Gateway Pundit yang dikenal dengan situs penyebar palsu. Padahal fitur tersebut baru dikenalkan bulan lalu yang memungkinkan masyarakat mengetahui status terkini saat terjadinya bencana.

"Pusat Operasi Keamanan Global kami melihat posting pagi ini dan kami telah menghapusnya. Namun, penghapusan mereka tertunda sehingga memungkinkan mereka untuk ditangkap dan diedarkan secara online," ucap juru bicara Facebook.

Saat ditanya mengapa algoritma pada Crisis Response dan News Stories gagal menangkap informasi yang relevan, pihak Facebook belum menjawab secara lugas mengenai kegagalan yang dialami, dan mengatakan tengah memperbaiki masalahnya.

"Kami berusaha memperbaiki masalah ini dan sangat menyesal atas kebingungan ini," sebut mereka.

Gak cuman Facebook mbloogs, Mbah Google pun kecolongan juga atas tragedi penembakan di Las Vegas ini. Perusahaan yang bermarkas di Mountain View itu algoritmanya juga ikutan menyebarkan konten hoax di Google News.

Di Top Stories pada Google News, Google salah mempromosikan thread 4chan yang mengatakan pelaku penembakan bernama Geary Danley, seorang anggota dari 'tentara anti-Trump' berdasarkan aktivitas di Facebook-nya.

"Sayangnya, pagi ini kami menemukan situs 4chan yang tidak akurat di hasil penelusuran kami. Dalam beberapa jam, cerita 4chan secara algoritma digantikan oleh hasil yang relevan. Kami akan melakukan perbaikan algoritma untuk mencegah hal ini terulang di masa mendatang," tutur Google

Tapi yang jelas kedua platform ini sudah berusaha untuk menghalau beredarnya hoax, tapi tentunya pasti ada celah mbloogs, mari kita mulai dari kita sendiri untuk bisa memfilter segala informasi yang kita terima

Engadget

Bantu Mbloogers Membagikan Artikel Ini Yaa

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - 2017 Mbloogers.com - Untuk Generasi Muda Indonesia. Designed by OddThemes | About | Contact and Advertising | Privacy Policy | Sitemap | DMCA.com Protection Status | ID Corners