Update

Kamis, 19 Januari 2017

7 Mitos Seputar Charging di Smartphone/ Handphone

Halo whats up mbloo, Mitos Seputar Charging alias Nge-Charge, kalau bahasa dummy nya Cas atau Ces itu ajah! nah selama ini kita sebagai pengguna smartphone sering kena opini-opini yang beredar seputar charge, yang rupanya ternyata banyak yang mitos loh mbloo!


Gak perlu lama-lama mari kita langsung nyimak aja 7 Mitos dan Fakta Seputar Nge-Charge yang kita kutip dari Kompas.

1.  "ingatan" baterai
Hampir bisa dipastikan kalian pernah mendengar saran agar secara rutin mengosongkan seluruh daya baterai kemudian mengisinya penuh-penuh agar "ingat" dengan kapasitas aslinya. Ada pula anjuran untuk tak mengisi baterai sebelum kosong.

Siklus pengisian seperti itu sebenarnya tidak mempengaruhi kinerja baterai. Sering-sering mengisi baterai sebelum benar-benar habis pun tak akan merusaknya. Efek ingatan alias "memory effect" memang pernah berlaku untuk baterai Ni-cad lama, tapi baterai Lithium Ion modern tak terdampak.

2. Baterai musti diisi dengan charger bawaan gak boleh beda merk

Faktanya memang beberapa charger yang memiliki kualitas buruk bisa berbahaya buat ponsel. Namun bukan berarti kita harus selalu memakai charger bawaan ponsel untuk mengisi baterainya.

Charger USB manapun bisa dipakai untuk mengisi baterai ponsel, tapi kinerjanya akan berbeda-beda. Charger yang mampu menyalurkan arus 2 ampere, misalnya, bakal mengisi baterai lebih cepat dibandingkan charger 1 ampere.

3. Baterai  akan rusak apabila diisi semalaman bahkan bisa meledak

Siapa hayo yang sering charge ponsel kemudian di tinggal tidur? Sebenarnya gak apa-apa mbloo, Ponsel jamas sekarang sudah cukup "pintar" untuk memutus arus listik secara otomatis ketika baterai sudah terisi penuh, walaupun ia masih tersambung ke charger.  sama seperti laptop yang katanya kalau di charge penuh baterainya harus dicopot.

4. Pakai handphone saat charge bikin rusak?

Faktanya menggunakan handphone yang sedang di charge tidak akan berpengaruh buruk pada baterai. Entah digunakan atau tidak, baterai ponsel akan terisi seperti yang seharusnya.

Smartphone sendiri kerapkali mengaktifkan dirinya sendiri ketika sedang di-charge, misalnya untuk mengunduh update software lewat Wi-Fi ataui sinkronisasi data. Jadi, jangan takut untuk memakai ponsel saat sedang diisi baterainya. 

5. Shutdown ponsel bisa merusak baterai

Baterai di ponsel tidak akan rusak apabila perangkat dimatikan. Memang, kapasitas baterai sedikit demi sedikit akan berkurang ketika perangkat dimatikan dan disimpan dalam waktu lama, tapi hal ini normal terjadi dan tak perlu dicemaskan.

6. Baterai handphone harus diisi penuh sebelum digunakan

Kebanyakan orang mengisi baterai ponsel hingga mencapai 100 persen sebelum mulai menggunakannya. dan lagi-lagi ini keliru mbloo karena tak ada keuntungan apapun yang bisa diperoleh dari hal tersebut.

Bahkan, baterai ponsel sebenarnya bekerja optimal ketika kapasitasnya berada di angka 40 persen hingga 80 persen.  Baterai kebanyakan ponsel juga diisi setengah penuh dari pabrik sehingga kamu bisa langsung menggunakannya begitu dikeluarkan dari kemasan. faktanya begitu!

7. Mematikan Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS bikin baterai berumur panjang

Sebenarnya ketiga fungsi diats hanya akan memakai listrik ketika dijalankan, contohnya GPS yang akan aktif ketika pengguna menjalankan aplikasi pemetaan. Menyalakan Bluetooh, GPS, dan Wi-Fi pun tak akan terlalu berpengaruh pada kapasitas baterai secara keseluruhan.

Kalau memang pengen baterai awet kamu bisa mengurangi kecerahan layar mbloo, karena layar inilah sebenarnya yang paling sering menguras daya baterai. nah ituh dah!
sumber gambar : home.bt.com

Bantu Mbloogers Membagikan Artikel Ini Yaa

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - 2017 Mbloogers.com - Untuk Generasi Muda Indonesia. Designed by OddThemes | About | Contact and Advertising | Privacy Policy | Sitemap | DMCA.com Protection Status | ID Corners