Update

Rabu, 14 September 2016

Childern of Heaven, Sebuah drama keluarga yang menyentuh hati

Childern of Heaven, Sebuah drama keluarga yang menyentuh hati


Assalamualaikum Selamat pagi, siang dan malam ,oke langsung saja kali ini ane mau bahas salah satu film yang kemarin ane tonton untuk yang kesekian kalinya, film jadul yang benar-benar berhasil menyentuh hati ane, film yang ane maksud adalah film keluarga dari Iran berjudul "Childern of Heaven" ane yakin para pembaca yang berasal dari generasi 90an pasti udah pernah nonton nie film, karena film ini termasuk film jadul yang dulu sering tayang diTV ane sendiri dulu pertama kali nonton film ini waktu masih bocah masih SD kalo gak salah. Tema dari film ini sebenarnya  hanya sederhana cerita tentang kehidupan anak-anak namun dikemas dengan sangat epik dan sangat mengharukan, ane yakin banyak mata penonton yang dibuat berkaca-kaca bahkan berlinang air mata saat menonton film ini.

Kisah film ini berpusat pada keluarga miskin yang tinggal didaerah pinggiran Iran, keluarga ini terdiri dari seorang ayah, ibu dan ketiga anaknya bernama Ali dan Zahra sedangkan yang satunya masih bayi. Kisah dimulai ketika sang ibu menyuruh Ali untuk berbelanja sekaligus memperbaiki sepatu adiknya ke tukang sol setelah sepatu diperbaiki, Ali meletakkan sepatu ditoko tempat ia belanja, sialnya sepatu itu diambil oleh seorang pemulung karena mengira sepatu tersebut sudah tidak terpakai. Ali bingung saat mendapati sepatu adiknya hilang karena sepatu itu besok akan dipakai untuk sekolah, skip skip Ali meminta Zahra agar tidak menceritakan hal tersebut pada orang tuanya karena tidak mau merepotkan Ayahnya yang hanya seorang pekerja dengan gaji kecil dan Ibunya yang sedang sakit. Akhirnya agar adiknya bisa tetap sekolah Ali meminjamkan sepatunya kepada adiknya yang masuk sekolah pagi sedangkan Ali yang masuk sekolah siang akan menunggu Zahra pulang untuk gantian menggunakan sepatunya. Cerita semakin mengharukan ketika setiap hari Ali dan Zahra harus berpacu dengan waktu berlarian melewati lorong-lorong sempit pemukiman untuk saling bergantian menggunakan sepatu, Zahra harus buru-buru pulang sekolah agar sepatunya bisa digunakan kakaknya, sedangkan Ali setiap hari harus berlari sekuat tenaga menuju sekolah walaupun pada akhirnya tetap saja ia terlambat dan mendapatkan teguran dari guru.

Hingga pada suatu hari disekolah Zahra melihat sepatunya yang hilang digunakan oleh adik kelasnya, saat pulang sekolah zahra mengikuti anak tersebut sampai didekat rumahnya. Kemudia Zahra mengadukan hal tersebut pada kakaknya, kemudian mereka mendatangi rumah anak yang menggunakan sepatunya tersebut, namun saat mereka sampai didekat rumahnya, mereka melihat keluarga anak tersebut adalah keluarga miskin dan ayahnya adalah seorang yang buta dan bekerja sebagai pedagang asongan, melihat hal tersebut Ali dan Zahra merasa iba dan memilih untuk mengihlaskan sepatunya.


Hari-hari berlalu Ali dan Zahra masih harus berlari berpacu dengan waktu seperti hari-hari sebelumnya, hingga akhirnya titik pengharapan mulai muncul ketika Ali mengetahui ada lomba lari marathon untuk siswa Sekolah Dasar yang hadiah dari juara 3 dari lomba tersebut adalah sepasang sepatu olahraga, Ali memutuskan untuk mengikuti lomba tersebut dan berambisi mendapatkan juara 3 agar bisa mendapatkan hadiah sepatu untuk diberikan pada Zahra. Ali pun mendaftarkan diri pada guru olahraganya untuk mengikuti lomba tersebut, awalnya ia ditolak karena waktu seleksi sudah usai namun dengan kegigihannya ia membujuk guru tersebut dan berjanji akan menang.
Akhirnya ia diizinkan ikut namun harus mengikuti ujian tes dulu, diujian tes ini Ali mendapatkan catatan waktu lari yang sangat baik, jangan tanya dari mana ia mendapatkan kemampuan lari tersebut, ia menjadi sangat baik dalam lari karena setiap hari ia harus lari sekuat tenaga mengejar waktu untuk berangkat kesekolah.


Hari perlombaan pun sudah datang ratusan anak mengikuti perlombaan ini, satu-satunya tujuan Ali mengikuti lomba ini adalah agar bisa menggantikan sepatu adiknya yang hilang. Perlobaan lari jarak jauh pun dimulai Ali terus berlari agar bisa berada dirombongan depan, Ali terus berlari diantara peserta lainnya hingga ia berhasil berada dirombongan terdepan bahkan ia sempat berada diurutan pertama namun ia memperlambat larinya agar berada diurutan ketiga. Adegan mengharukan kembali muncul ketika Ali terjatuh saat berlari sehingga ia didahului peserta lain, ia kemudian bangkit kemudian berlari sekuat tenaga agar bisa berada diurutan 3, saat berlari itulah Ali terbayang akan adiknya yang berlari pulang dari sekolah melewati lorong yang biasa dilewati dan juga terdengar percakapan Ali dan Zahra saat mereka kehilangan sepatu.

Hingga akhirnya ia dan peserta lainnya sampai digaris finish, Ali tidak sadar bahwa ia memenangkan perlombaan ini diurutan pertama, saat penyerahan mendali dan piala Ali terlihat tertunduk dengan mata berkaca-kaca ia sedih karena menjadi juara 1 yang hadiahnya bukan sepatu. Diakhir film terlihat Ali yang pulang kerumah dengan raut muka sedih bertemu dengan Zahra yang sedang berada dihalaman rumah, mereka hanya saling diam dan bertatapan, Zahra kemudian berlari kedalam rumah karena mendengar adiknya menangis sedangkan Ali merendam kakinya yang melepuh dan bengkak setelah berlari ke kolam ikan didepan rumahnya. The end..
Ane sendiri bingung harus senang atau sedih melihat Ali yang meraih Juara 1 namun gagal mendapatkan sepatu untuk adiknya, namun sebelum scence akhir ada adegan dimana sang ayah membayar sesuatu ditoko lalu pergi dengan membawa sayuran dan dua pasang sepatu berwarna putih dan merah muda disepedanya, tentunya itu adalah sepatu untuk Ali dan Zahra.

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari film ini, antara lain:

Sikap amanah : Dalam salah satu scence saat sang ayah diberi tugas untuk memecah gula (kalo diindonesia disebut gula batu) untuk keperluan acara masjid, saat itu ayah menyuruh Zahra untuk membuatkannya teh, saat diberikan  sang ayah menanyakan kenapa tehnya tidak diberi gula ,dengan polos Zahra menjawab bahwa gulannya ada didepan ayah namun sang ayah menjawab bahwa kita tidak boleh mengambilnya gula ini untuk masjid. Sang ayah mengajarkan bahwa kita tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan hak kita walaupun cuma secuil.

Amanah menjaga rahasia : Sikap ini ditunjukan oleh Zahra saat kehilangan sepatunya sang kakak meminta Zahra untuk tidak cerita pada orangtuanya karena takut merepotkan kedua ortunya, terbukti sampai akhir film tidak ada orang yang tahu akan hal itu selain Ali dan Zahra.

Tanggung jawab : Sikap tanggung jawab ditunjukkan oleh Ali, ia merasa bersalah karena telah menghilangkan sepatu adiknya, untuk itu ia bersedia meminjamkan sepatunya untuk Zahra dengan konsekuensi ia akan terlambat datang ke sekolah ia juga berusaha keras agar bisa mengganti sepatu adiknya dengan cara mengikuti lomba lari.

Belajar meng-ikhlaskan, dibawah kita masih ada orang yang lebih susah : Saat kita mendapat sebuah kesulitan sering kita merasa bahwa kita orang paling menderita didunia ini, namun sebenarnya masih banyak orang yang lebih susah dari kita. Itulah yang digambarkan saat Ali dan Zahra melihat rumah anak yang menggunakan sepatu milik Zahra ternyata keluargannya juga miskin dan ayahnya seorang yang buta, akhirnya Ali dan Zahra meng ikhlaskan sepatunya untuk anak tersebut.

Segala sesuatu ada hikmahnya : Itulah yang bisa kita petik dari kisah Ali yang tiap hari harus terus berlari mengejar waktu karena kesulitan yang ia hadapi , karena kesulitannya itulah fisiknya menjadi terlatih untuk berlari hingga ia bisa menjadi juara.

Setelah kesulitan ada kemudahan : Itu yang bisa dipelajari dari sang ayah, awalnya ia harus bekerja tiap hari dengan gaji kecil kemudian ia menempuh perjalanan jauh ke kota untuk menawarkan jasanya namun ditolak berkali-kali namun akhirnya ia diterima disalah satu rumah dan mendapatkan upah yang lebih diakhir ceritapun ia juga bisa membelikan sepatu untuk Ali dan Zahra.


Overall i think this is the amazing movie, baik dari segi cerita maupun dari segi pemain, film ini juga bukti bahwa sebuah film yang baik tidak mesti identik dengan biaya produksi yang besar atau cerita yang njelimet, terbukti cerita sederhana tentang drama keluarga dan kepolosan anak-anak kecil ini mampu mencuri hati para penontonnya. Selain itu film ini juga meraih penghargaan Oscar dalam kategori film bahasa asing terbaik pada 1998, tidak hanya Oscar saja film ini juga meraih beberapa penghargaan lain diberbagai negara. Buat yang belum pernah nonton, film ini sangat recomended buat kalian terutama yang suka cerita-cerita drama ,jangan lupa siapkan tisu sebelum menonton karena hati anda akan dibuat teraduk-aduk dan mata anda akan dibuat berkaca-kaca ..

Salam jomblo ganteng B-)

photo credit : Google imange

Bantu Mbloogers Membagikan Artikel Ini Yaa

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - 2017 Mbloogers.com - Untuk Generasi Muda Indonesia. Designed by OddThemes | About | Contact and Advertising | Privacy Policy | Sitemap | DMCA.com Protection Status | ID Corners